Tuesday, January 13, 2009

Review Album Terbaru Efek Rumah Kaca - Kamar Gelap (2008)

Halo teman2, izinkan saya untuk kedua kalinya mereview album dari band indie paling fenomenal tahun ini, Efek Rumah Kaca, untuk album kedua mereka yg berjudul Kamar Gelap.



Hmm..mari kita lihat covernya dulu
Berdasarkan pengesoktahuan gw, sepertinya menampakan sebuah kambing berkulip agak gelap (atau mungkin kambing hitam) yang terkurung di dalam sebuah kamar gelap dan mulutnya dijepit agar tidak bisa menyampaikan dan melihat kebenaran...Jauh lebih mendeskripsikan ERK dibandingkan album pertama...

Sekarang kita lihat jeroan2ny secara singkat...

1. Tubuhmu membiru..tragis...

Mnurut gw sih kurang cocok utk dijadiin lagu pembuka...tp laguny bisa buat lo melayang...nada2 yg cholil nyanyikan diikuti oeh petikan gitarnya sendiri, dan dibalut oleh sentuman bass yang cukup menggema di lagu ini dan ketukan drum yg mengingatkan kita ke era jazz 50an...

kulihat engkau terkulai
tubuhmu membiru..tragis...

lirik2 yg diulang2 itu membuat kita bisa membayangkan visualisasinya sendiri...tak terasa sudah 6 menit lebih kita mendengarkan lagu ini...

2.Kau dan aku menuju ruang hampa

ini sepertinya lagu yang paling rock di album ini...sekilas seperti lagu "efek rumah kaca" di album pertama...tapi di sini tak disinggung unsur lingkungan atau politis...

damn, kenapa gw ga pernah denger so-called rock band indo bikin lagu kyk gini..yang ada cuma lagu2 gombal yg dikamuflasekan dengan suara2 yg sok gahar dan rocker sejati, ditambah asesoris sangar, penampilan berantakan, dan rambut gondrong! Semua terlihat berbeda di lagu ini...suara yg samar-samar seperti lagu di udara, dan penampilan minimalis ditambah lirik sederhana yang elegan...

Bagian favorit gw adalah ketika ada backsoundnya, di bagian2 akhir
benar2 elegan..mengingatkan gw sama incubus, karena ternyata baru gw sadari lagu ini mirip dengan Anna Molly

3. Mosi Tidak Percaya

Tema politik sangat terasa di lagu ini, dan cocok sekali karena dibalut dengan unsur rock, seperti di lagu sebelumnya...kemarahan terasa pada akhir lagu dimana liriknya

ini mosi tidak percaya (oi! oi!)
kami tak mau lagi diperdaya! (oi! oi!)

sepertinya ERK mencoba menjadi band punkrock di lagu ini.Keren !!!

4. Lagu Kesepian

Berbeda dengan 2 lagu sebelumnya, lagu ini jauh dari kesan rock,walaupun nanti ada sedikit muncul bagian yg cukup 'berisik'..Suasananya seperti lagu Desember...sunyi,tenang,sepi...Memang seperti lagu orang yang kesepian...

oh,dimana terang yang kau janjikan
aku kesepian...

dianjurkan untuk jangan dengarkan lagu ini ketika sedang sendiri..karena lo akan kecanduan dan menjadi antisosial..hehehe

5.Hujan Jangan Marah

Sungguh tak bisa dipercaya, lagu ini sudah dibuat dari tahun 1999...Pada bagian awal lagu, mengingatkan kta pada lagu pop era 70an..yang mendayu2..ketika masuk ke tengah2, diawali dengan falsetto cholil, inilah bagain favorit gw...teriakan lantang

Hujan..hujan..jangan maraaaahhh !!!

Kita seperti dapat membayangi video klipnya ERK sedang bermain live ditengah badai...semua begitu kacau dan mereka basah kuyup...
lagu yang bagus..elegan...

6. Kenakalan Remaja di Era Informatika

Menurut gw ini lagu terstandar di album ini...dengan nada2 yg standar,kunci2 standar..tapi tema yang extraordinary...kira2 sama seperti lagu Cinta Melulu...diawali dengan petikan gitar beraroma psychedelic..dan begitu terus hingga akhir lagu...

Gw jd kurang setuju kalo ERK buat lagu kyk gini lagi..yg market friendly tp unik, karena mnurut gw percuma ..kesimpelan ERK hanya akan dicap aneh oleh orang2 awam sok tahu itu karena keunikan temanya..dan nada2ny juga jelas tak seindah band2 mellow pujaan alay2 jaman sekarang...Lebih baik tetap pada jalur antimainstream..karena seperti yg mereka bilang, pasar bisa diciptakan...

7. Menjadi Indonesia

Gw sempat tertipu mendengar 2 detik pertamanya karena seperti lagu Starz in Their Eyes milik Just Jack...Lagu ini tidak akan dikenal sebagai lagu yg ditujukan untuk kebangkitan bangsa apabila judulnya bukan seperti yg di atas...Semangat nasionalisme di lagu ini dapat dirasakan apabila kita juga sadar bahwa Indonesia di lagu ini telah dipersonifikasi...

Sayang, lagu ini tidak semegah Bendera milik Cokelat, sehingga semangatnya kurang terasa membara..dan tentu saja tidak cocok untuk dijadikan soundtrack kejuaraan olah raga..tp sebenarnya lagu ini sangat bagus...inilah nasionalisme ala ERK...Ayo Indonesia, bangkit dari tidur lelapmu!

8. Kamar Gelap

Penuh dengan kata2 yg asing dipakai untuk lirik lokal...Selain itu, kita perlu berpikir dua kali untuk mencari tema sebenarnya lagu ini

Membekukan yang cair, mencairkan yang beku
jangan kabur, menjamur
segala negatif menuju positif

Sejujurnya gw bahkan nggak tau ap tema dari lagu ini !

9. Jangan Bakar Buku

Salah satu lagu favorit gw selain hujan jangan marah, tubuhmu membiru, dan kau&aku menuju ruang hampa...dua tingkat oktaf dan peralihan nada yg asing mengingatkan gw pada lagu I Will milik Radiohead...tp tidak seperti yg kalian bayangkan...lagu ini tidak mirip I Will...lebih mirip Hujan Jangan Marah, terutama pada kerangka lagunya...

Tidak banyak yg tahu kalau lagu ini terinspirasi dari peristiwa pembakaran buku2 sejarah oleh Pemda Tangerang krn dianggap tak sesuai dengan realita yg ada CMIIW

10. Banyak Asap Di sana

Pasti lo pada ngira lagu ini tentang kebakaran hutan..salah. Lagu ini memang juga punya tema yg unik,tapi tentang banyaknya orang yg mau mengadu nasib di kota...orang itu slalu memandang kota itu sebagai surga...terbayang dari sepenggal liriknya yg menyebutkan berkali2 " kota kota kota kota" 

Cukup banyak distorsi bertempo cepat di lagu ini, tp kyknya lagu ini tidak pantas untuk menjadi hits

11. Laki - laki pemalu

Hey! Ini bukan ERK, ini Sore! Salah. Ini adalah ERK, dengan bantuan dua personil Sore sebagai additional. Pertama kaliny mereka bereksperimen dengan waltz..Not bad at all! Pintar sekali mereka menjodohkan judul lagu dengan genre...dan silahkan bayangkan ketika band sekelas ERK dan SORE berkolaborasi...

12. Ballerina

Lagu ini seperti Kenakalan Remaja, tapi lebih pelan dan santai...Sepertinya nada yg market friendly ini bakal membuat lagu ini ditunjuk menjadi hits andalan ERK...Lagu tentang sebuah keseimbangan dan keharmonisan hidup, layaknya seorang ballerina...dan seperti ballerina juga, kalian bisa menari2 sambil mendengarkan lagu ini...


Walaupun gw lbh suka Menjadi Indonesia sebagai lagu pembuka dan Tubuhmu Membiru sebagai lagu penutup, menurut gw secara keseluruhan album ini dahsyat!!! Lebih baik dari album perdana mereka yg juga fenomenal...Di album ini musikalitas mereka semakin berkembang, tanpa meredupkan identitas.

Dulu pas album pertama gw mengira ERK tak akan mampu menghasilkan album yg lebih baik lagi...ternyata gw salah.Dan semoga begitu juga dengan prediksi gw tentang album ketiga mereka. Seiring dengan popularitasnya, gw harap album ini lebih banyak terjual dibanding yg pertama, karena album ini terlalu penting untuk diacuhkan. Album ini bisa menjadi sang juru selamat dunia musik indo yg semakin menyampah. 

Tidak salah Rolling Stone Indonesia ngasih 4,5 bintang untuk album ini...kurang 0,5 karena mereka masih bau kencur. Daripada dianggap overrated, 4,5 bintang plus berbagai penghargaan AMI Awards dan MTV Awards sudah terlalu cukup untuk ERK.

Tanpa ragu2, gw pilih album ini sebagai Album Lokal Terbaik 2008, bahkan hingga 2009 kalo perlu. Mohon maaf kalo banyak ke-sok tau-an dalam review ini, dan walopun masih banyak pendapat subjektifnya, gw ud berusaha keras untuk objektif. Ga salah dulu gw pilih band...All hail ERK!